LATEST UPDATES
23/08/2014
  • Loading...
  • Loading...
  • Loading...
  • Loading...
  • Loading...
Kisah Nyata Seorang Anak yang Hidupnya Dihabiskan dalam Gelembung

kisahnyataseoranganak1.jpg

Manusia pilihan Tuhan lainnya adalah David Vetter. Ia dipilih Tuhan sebagai pembelajaran bagi makhluk lainnya tentang arti bersyukur. Ia terlahir dengan kelainan genetik. Sebuah kelainan yang dalam istilah kedokteran dikenal dengan cacat Timus. 

Yaitu, penyakit yang mengganggu sistem kekebalan dalam tubuh akibat kelainan genetik bawaan. Itulah sebabnya, begitu dilahirkan David harus langsung dimasukkan ke dalam gelembung yang steril. David memiliki kisah nyata yang juga tak kalah memilukan.

Hanya 10 jam setelah dilahirkan, David kemudian dimasukkan dalam sebuah gelembung. Bahkan ibunya, tidak pernah menyentuh David. Gelembung tempat tinggal David sudah dilengkapi dengan berbagai perlengkapan, seperti tempat tidur dan televisi. Namun tetap saja hal itu tidak bisa membuat David senang. David ingin bermain, berlari berlari di alam bebas.

Menginjak dewasa, dokter memutuskan untuk melakukan operasi cangkok sumsum tulang belakang pada David. Meskipun sebenarnya sumsum tulang belakang yang didonorkan tidak cocok dengan David. Beberapa bulan setelah operasi.

David jatuh sakit. Sebuah penyakit yang sebenarnya sederhana bagi orang normal, David menderita diare, demam, dan mimisan. Namun ketiga penyakit sederhana itu sangat tidak sederhana bagi David. Penyakit yang jika diderita oleh manusia lainnya bisa segera diobati, tapi tidak bagi David. Ini masalah besar.

Untuk menyembuhkan David dari penyakitnya, tim dokter memutuskan untuk mengeluarkan David dari gelembung. David pun dikeluarkan dari gelembung. Sesaat setelah dikeluarkan keadaan David tambah memburuk. David koma. Pada saat dikeluarkan dari gelembung itulah ibu David berhasil memegang David untuk pertama dan terakhir kalinya. David mampu bertahan hidup dalam gelembung selama 14 tahun.

Kisah nyata milik David ini mengajarkan banyak sekali nilai-nilai kehidupan. Bahwa kita flu sedikit saja langsung mengeluh, sakit gigi sedikit saja dengan mudahnya langsung marah-marah. Bagaimana dengan David? Bagaimana ia harus bersikap jika orang-orang di luar yang lebih beruntung malah jauh lebih manja?

Rasa malu seharusnya menjadi perasaan yang menghampiri ketika Anda mengetahui kisah ini. Pun jika Anda termasuk dalam orang yang mudah sekali mengeluh berkenaan dengan kondisi kesehatan. Jika David bisa memilih, ia pasti ingin menggantikan posisi Anda. Hidup normal di luar gelembung.

Sumber : http://bit.ly/Q00Mpc